AC LG SKIN CARE HYBRIDMarch 14, 2013

Sebuah inovasi yang memberikan udara sejuk, kulit sehat terjaga, tetap hemat listrik dalam satu perangkat

LG Skin Care HybridJakarta (1/03/2013) -?Kabar baik datang dari PT. LG Electronics Indonesia. Mengikut kesuksesan dari AC LG Deluxe Skin Care, produk pendingin ruangan yang sekaligus berfungsi aktif menjaga kelembaban kulit, kini perusahaan elektronik berbasis di Korea Selatan ini melengkapinya dengan teknologi LG Hybrid.

Hadirnya teknologi inovatif ini akan membuat penggunanya memiliki opsi lebih luas dalam menikmati manfaat fungsi utamanya dalam menjaga kelembaban kulit. Pasalnya, teknologi LG Hybrid memungkinkan penggunaan pendingin ruangan dengan tiga opsi daya listrik yang dapat dikontrol secara langsung sesuai penggunaan. Mewakili dua teknologi utama pendukung dibalik pendingin ruangan ini, LG menamainya dengan AC LG Skin Care Hybrid.

“AC LG Skin Care Hybrid menjadi representasi dari puncak keunggulan produk AC LG yang pernah ada sampai saat ini. Kolaborasi keunggulan dua teknologi utama LG pada pendingin ruangan, memungkinkan seluruh manfaat baik kini dapat dinikmati hanya dengan satu perangkat,” ujar June Jae Shin, General Manager Air Conditioner PT. LG Electronics Indonesia.

Teknologi LG Hybrid ini merupakan buah inovasi LG yang memungkinkan pengoperasian sebuah produk pendingin ruangan LG dalam tiga opsi konsumsi listrik. Pilihan ini menyesuaikan dengan temperatur lingkungan sekitar dan beban ruangan.

Adapun tiga opsi tersebut yaitu Normal (N), Rendah (L) dan Lebih Rendah (LL). Bila temperatur lingkungan sekitar ruang cenderung sangat panas atau dalam kondisi sedang dihuni banyak orang, pengguna dapat memilih pengoperasian pada tingkat Normal. Namun bila waktu beranjak sore atau kondisi ruangan hanya berisi sekitar 3 sampai 5 orang, mengaktifkan program (L) pada AC LG Skin Care Hybrid. Pada tingkatan ini, kebutuhan konsumsi listrik hanya 75% berbanding penggunaan pada tingkatan Normal (N).

Untuk pemakaian di malam hari atau saat temperatur lingkungan sekitar ruang cenderung sejuk atau hanya untuk penggunaan bagi 1sampai 2 orang, opsi memangkas konsumsi listrik lebih rendah lagi bakal didapat hanya dengan mengaktifkan program (LL). Pilihan ini akan membuat konsumsi listrik 50% lebih rendah dibanding penggunaan pada tingkatan normal (N). “Teknologi ini memberi makna baru dalam produk pendingin ruangan hemat energi. Sebuah era yang memberikan kontrol langsung kepada pengguna dalam mengatur konsumsi daya listrik sesuai keinginan. Tanpa perlu mengorbankan kenyamanannya,” ujar Andry Siswandi

Sementara, fitur menjaga kelembaban kulit merupakan inovasi mutakhir pada produk pendingin ruangan milik LG. Diperkenalkan perdana pada awal tahun lalu melalui AC LG Deluxe Skin Care, fitur ini bekerja dengan adanya teknologi Plasmaster. Teknologi ini membuat AC LG Deluxe Skin Care bekerja pintar menghasilkan ion positif dan negatif dalam jumlah besar yang akan menempel pada permukaan kulit penggunanya.

Hanya perlu satu menit bagi teknologi Plasmaster untuk menghasilkan 54 triliun partikel ion. Sebagai perbandingan, pendingin ruangan lain yang mengklaim dirinya dilengkapi teknologi ion hanya mampu menghasilkan 2 triliun sampai 3 triliun partikel ion. “Tak perlu lagi waktu khusus merawat kulit. Perawatan kulit bahkan segera dimulai sejak pengguna mengaktifkan fungsi Plasmaster pada ruang istirahatnya. Hasilnya, tingkat kelembaban kulit terpelihara bahkan sepanjang konsumen terlelap,” kata Andry Siswandi – Product Manager Residential AC LG Electronics Indonesia.

Lebih lanjut ia menyatakan, gabungan kedua teknologi ini dalam satu perangkat AC LG Skin Care Hybrid, akan memberi lebih banyak manfaat bagi pengguna. Alasannya, pengguna AC LG Skin Care Hybrid akan terus dapat menjaga kelembaban kulitnya namun tetap hemat dalam konsumsi listrik. “Kualitas udara baik, kulit terjaga kelembabannya dan tetap dapat menghemat listrik adalah sebuah tawaran dari produk pendingin ruangan yang belum pernah ada sebelumnya. Inilah yang menjadikan AC LG Skin Care Hybrid merupakan partner tepat bagi gaya hidup modern yang peduli lingkungan,” kata Andry Siswandi.

Dua Pilihan Sesuai Kebutuhan

LG menyediakan dua varian bagi peminat AC LG Skin Care Hybrid. Pilihan pertama yaitu S10DLMV yang berkekuatan daya 1PK. Penggunaan tipe S10DLMV dirancang memberikan kenyamanan bagi luas ruangan mencapai 20m2 dengan besaran daya maksimal mencapai 670 Watt. Bila pengguna mengaktifkan pilihan (L), perangkat ini membutuhkan konsumsi listrik hingga 500 Watt. Sedangkan konsumsi daya listrik rendah dapat dicapai AC LG Skin Care Hybrid tipe S10LMV yaitu 340 Watt lewat pengoperasian pilihan Lebih Rendah (LL).

Penggunaan pada ruangan lebih luas, LG menyiapkan AC LG Skin Care Hybrid tipe S13DLMV dengan daya 1,5 PK. Kekuatannya yang demikian besar, perangkat AC ini menjadi pilihan tepat bagi luas ruangan hingga 26 m2. Khusus untuk AC LG Skin Care Hybrid tipe S13DLMV, tingkat pengoperasian Normal (N) akan membuatnya bekerja dengan konsumsi listrik hingga 1,010 Watt. Sementara pilihan daya Rendah (L) dan Lebih Rendah (LL) masing-masing membutuhkan daya 707 Watt dan 404 Watt untuk dapat bekerja secara optimal mendinginkan ruangan. “Tak perlu khawatir soal penggunaan listrik yang terbuang percuma. Keduanya dirancang memastikan konsumen hanya menanggung biaya listrik yang memang benar mereka butuhkan selama menggunakan produk AC LG Skin Care Hybrid,” kata Andry Siswandi.

Paduan teknologi terdepan dengan fitur kesehatan dan hemat listrik yang hadir dalam tingkat harga rasional ini membuat LG optimis kehadiran dua varian AC LG Skin Care Hybrid ini bakal menuai tanggapan positif dari pasar dalam negeri. Apalagi, perusahaan berbasis di Korea Selatan ini memiliki catatan gemilang dalam hal penguasaan pasar produk pendingin ruangan di Indonesia. “Kesuksesan LG menjadi pemimpin pasar AC di Indonesia selama lima tahun berturut-turut menjadi bukti keberhasilan perusahaan dalam membaca kebutuhan konsumen tanah air. Adanya dukungan dari peluncuran varian AC LG Skin Care Hybrid membuat kami optimis untuk dapat memperpanjang rekor LG sebagai pemimpin pasar produk pendingin ruangan di tahun-tahun mendatang,” pungkas June Jae Shin. (DHITA AYUNINGTYAS)